#Day16: World

0c447d0799780589bfa78012b48f1772-sibling-poses-siblings

(credit pict)

Day 16: World

Living in an empty world.

.

.

By xojoenc.

.

Berjalan dengan tanpa tujuan bukanlah suatu urusan yang mudah apalagi ketika kamu masih berumur tujuh tahun dan telah memutuskan untuk meninggalkan rumah dengan keadaan perut kosong. Untung saja, kamu tidak sendirian. Ada seorang kakak yang sedang menuntunmu berjalan menembus kepadatan Ibu Kota Jakarta di siang hari. Mendadak langkah kaki kakakmu berhenti di persimpangan jalan lampu merah—diikuti berhentinya pula langkah kakimu.

Kakak berbalik badan, hingga bisa bertatap muka denganmu seraya berkata, “mari berpisah dan berjumpa lagi di sini. Aku akan datang pukul tiga sore dan sekarang adalah pukul satu siang. Itu artinya dua jam lagi.”

Selang beberapa menit setelah kamu mengiyakan permintaan sang kakak, tautan tangannya lepas dari genggamanmu. Bergegas menuju ke suatu tempat yang kamu tidak tahu apa namanya itu atau barangkali menyelesaikan suatu masalah yang kamu juga tidak tahu; bayangan kakak mulai mengecil lantas menghilang dari jangkauan matamu. Sayangnya, kamu sendirian sekarang. Tidak tahu tempat dan tidak mengenal siapapun. Seolah kamu hanya mengenal satu orang di dunia ini, kakakmu.

Bagimu, sekarang dunia seolah hampa. Deru kendaraan bermotor sama dengan sunyi senyap ketika tengah malam tiba. Panasnya terik matahari yang membuat suhu Jakarta naik sekian derajat tidak juga menghilangkan imajinasi tentang apa yang akan terjadi nanti.

Hingga pukul dua tiba, kamu masih berdiri di tempat tadi. Tidak bergerak maupun berpindah sama sekali. Kamu mencoba untuk tidak berpikiran aneh-aneh sebab kamu yakin kakak pasti akan datang dan menjemputmu kembali dengan membawa makanan atau mungkin minuman di tangannya. “Hush, hush. Enyahlah pikiran-pikiran yang menyebalkan,” batinmu.

Cukup lama kamu menunggu, kamu rasa saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Namun kakak tak kunjung datang. Kamu memutar-mutar badanmu karena mungkin saja kakak akan datang dari arah yang berbeda alih-alih duduk manis menunggu tepukan dari sang kakak sebab lututmu mulai terasa pegal. Orang-orang berlalu lalang melewatimu yang akhirnya memiih untuk duduk bersila, beberapa melempar tatapan iba dan beberapa lagi bahkan melemparkan uang receh mereka. “Aku bukan gelandangan. Aku tidak butuh dikasihani,” ujarmu dalam hati.

Bosan dengan keadaan sekitar; kamu bingung sekarang sudah pukul berapa, kamu mulai memberanikan diri untuk bertanya pada orang berjas hitam yang sedang berdiri di sampingmu ketika hendak menyeberang. “Permisi, Pak. Sekarang sudah pukul berapa ya?”

“Pukul empat, Dik.” Mendengar jawaban dari bapak itu, alismu mengkerut dan muncul perasaan sedikit kecewa terhadap sang kakak tetapi kamu masih berasumsi bisa saja kakak sedikit terlambat.

Duduk, sudah. Berdiri, sudah. Jongkok, sudah. Tiduran, juga sudah. Apalagi ya yang belum kamu lakukan untuk menghalau rasa bosanmu saat menunggu kehadiran kakak. Matahari sudah hampir tenggelam tapi kakak belum juga kembali dari kepergiannya yang mendadak dan membingungkan. Hingga tiba ajakan dari orang baik yang ingin membawa kamu ke rumahnya, entah itu untuk mengisi perut atau menginap semalaman. Setelah beberapa menit menimbang-nimbang ajakan orang baik itu, kamu mengiyakan dengan syarat pukul tiga esok hari beliau harus mengantarkannya kembali di sini.

Pukul tiga sore yang pertama, presensi kakak kamu anggap nihil. Dan berharap banyak pada pukul tiga yang kedua ini. Terus menunggu sampai pukul lima, kakak tidak juga datang kembali. Begitu seterusnya, sampai pukul tiga sore yang ketiga ratus enam puluh lima: kakak tidak pernah datang.

“Jadi, ‘nanti pukul tiga sore’-nya kakak itu kapan sih? Aku masih menunggu kakak, dan aku juga tidak nakal selama ini.”

|fin.


  1. Hai! Pertama kali mau ngucapin minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin :3 Maaf karena mengucapkannya sangat-sangat terlambat sekali banget!!!
  2. Saya kembali dengan fict yang gatau-mau-gimana-plotnya 😦
  3. Mohon reviewnya ya!
  4. Terimakasih sudah main dan menyempatkan untuk membaca hehe
  5. THR dong :3

Salam Sayang,

Ay.

Iklan

2 pemikiran pada “#Day16: World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s